WartaUpdate | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau sekolah-sekolah di Bekasi yang terdampak banjir pada Kamis (6/3) lalu. Terdapat 114 satuan pendidikan yang terdampak banjir.
“Untuk jenjang SD sebanyak 45 sekolah di Kabupaten Bekasi dan 45 sekolah di Kota Bekasi. Kemudian 3 SMP di Kota Bekasi. Untuk SMA, terdapat 4 sekolah di Kabupaten Bekasi dan 5 di Kota Bekasi. SMK sebanyak 5 sekolah di Kota Bekasi,” kata Mu’ti dalam keterangannya Jumat (7/3).
“Kemudian untuk SLB, 2 sekolah di Kabupaten Bekasi dan 5 sekolah di Kota Bekasi. Selain itu, terdapat 54 Satuan PAUD yang dilaporkan terdampak di Kota Bekasi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Mu’ti mengatakan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk sekolah-sekolah di Bekasi yang rusak karena banjir. Dia juga akan melakukan identifikasi terkait tingkat kerusakan di masing-masing sekolah.
“Tentu saja sekolah-sekolah yang rusak kami bantu dengan alokasi anggaran yang ada. Kami identifikasi juga apa yang dapat kami bantu sesuai dengan tingkat kerusakannya. Bantuan ini tidak hanya oleh pemerintah pusat, melainkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai penyelenggara pendidikan,” ungkapnya.
Adapun bantuan yang diberikan bagi sekolah terdampak adalah sebagai berikut:
- Family kit sebanyak 100 paket;
- School kit untuk PAUD 50 paket, SD 50 paket, SMP 75 paket, SMA 25 Paket; dan
- Bantuan uang untuk jenjang PAUD senilai total Rp 250 juta, untuk jenjang SD senilai total Rp 80 juta, untuk jenjang SMP dengan total senilai Rp 250 juta. Untuk jenjang SMA dengan total bantuan senilai Rp 250 juta, dan untuk SMK senilai Rp 25 juta.
Total bantuan keseluruhan adalah Rp 855 juta. Dia juga telah menyiapkan bantuan 1 paket tenda kelas darurat untuk SD. Dengan harapan dapat membantu para murid untuk kegiatan belajar kembali.
“Semua ini mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Kota Bekasi,” pungkas Mu’ti.



















