Sumber: Info GBI
Bupati Bandung, Bapak Dr. H.M Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS meninjau langsung lokasi banjir di Komplek Griya Bandung Indah (GBI) pada Sabtu (8/3). Turut mendampingi dalam kunjungan ini Kalak BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama, Plt Camat Bojongsoang Asep Kurniawan, serta Kepala Desa Buahbatu Asep Sobari.

Dalam kunjungannya, Bupati melihat kondisi warga yang terdampak serta meninjau infrastruktur drainase di kawasan tersebut. Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan selama 20 tahun terakhir.
Sebagai solusi jangka pendek, Bupati menginstruksikan pelebaran saluran air (folder) agar dapat lebih cepat mengalirkan air menuju Sungai Cipeso. Selain itu, Sungai Cipesso juga perlu diperlebar agar daya tampung air meningkat dan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Folder akan kita perlebar sehingga fungsinya lebih optimal dalam membuang air ke Sungai Cipesso. Sungainya pun harus diperlebar agar banjir bisa lebih terkendali. Ke depan, kami juga akan mengusulkan pembangunan retensi air sebagai langkah mitigasi,” ujar Kang DS.
Selain langkah-langkah tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya peran para pengembang dalam pengelolaan air. Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan perumahan harus menyertakan area resapan atau retensi air minimal 10% dari luas lahan yang dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tata kelola air di kawasan permukiman tetap terkendali dan tidak berkontribusi terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah sekitarnya.
“Saya mengimbau kepada para pengembang agar memperhatikan sistem drainase dengan lebih baik. Setiap pembangunan perumahan harus memiliki area resapan yang memadai, minimal 10% dari luas lahan yang dikembangkan. Ini penting untuk menghindari permasalahan banjir di kemudian hari,” tambahnya.



















