• Latest
  • Trending
Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

February 24, 2025
Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

April 16, 2026
Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

April 15, 2026
KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

April 15, 2026
Imigrasi Kuala Tungkal Lakukan Pengawasan Terhadap Orang Asing Lewat Operasi Wirawaspada”

Imigrasi Kuala Tungkal Lakukan Pengawasan Terhadap Orang Asing Lewat Operasi Wirawaspada”

April 15, 2026
Bupati Tulungagung Tertangkap OTT KPK , Jerat Anak Buah Dengan SURAT SAKTI !

Bupati Tulungagung Tertangkap OTT KPK , Jerat Anak Buah Dengan SURAT SAKTI !

April 13, 2026
laskar macan ali kesultanan Cirebon Menggelar Pengobatan Tradisional Gratis Bagi Warga Subang dan Sekitarnya

laskar macan ali kesultanan Cirebon Menggelar Pengobatan Tradisional Gratis Bagi Warga Subang dan Sekitarnya

April 13, 2026
Bupati Bandung Instruksikan Camat Margahayu Bongkar Bangunan Halangi Saluran Air Penyebab Banjir

Bupati Bandung Instruksikan Camat Margahayu Bongkar Bangunan Halangi Saluran Air Penyebab Banjir

April 12, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis Massa, Polsek Kemayoran Gelar Simulasi Kerusuhan Pada Mako Polsek

Antisipasi Aksi Anarkis Massa, Polsek Kemayoran Gelar Simulasi Kerusuhan Pada Mako Polsek

April 11, 2026
Nyaris Tertukar BAYI Di RSUP Hasan Sadikin, Humaira Zahrotun Noor DPRD Jabar Angkat Bicara Alarm

Nyaris Tertukar BAYI Di RSUP Hasan Sadikin, Humaira Zahrotun Noor DPRD Jabar Angkat Bicara Alarm

April 11, 2026
Pemerintah Indonesia APBN Serap Kenaikan Avtur Adalah Keputusan Presiden Prabowo

Pemerintah Indonesia APBN Serap Kenaikan Avtur Adalah Keputusan Presiden Prabowo

April 10, 2026
Kabupaten Bandung Melalui BAZNAS Distribusikan Bantuan Non-ZIS Untuk Pendidikan

Kabupaten Bandung Melalui BAZNAS Distribusikan Bantuan Non-ZIS Untuk Pendidikan

April 10, 2026
Gubernur Jabar KDM Pastikan 91 Persen Jalan Provinsi Selesai di 2026

Janji Kang Dedi: Bayar Pajak Motor Bekas Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama Itu Terbukti !

April 10, 2026
Retail
Thursday, April 16, 2026
  • Home
    • Home – Layout 1
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Seni & Budaya
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • TNI & Polri
  • Agama
  • Iklan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Politik
  • Umum
  • Wisata Religi
No Result
View All Result
Warta Update
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Admin Warta007 by Admin Warta007
February 24, 2025
in Seni & Budaya
0
Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gempuran hiburan digital, kesenian wayang golek tetap bertahan dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sunda. Pertanyaannya, mengapa kesenian wayang golek masih diminati masyarakat Sunda hingga sekarang?

Jika ditelisik lebih lanjut, kesenian tradisional wayang golek memiliki daya tarik tersendiri, khususnya lewat penyampaian ceritanya yang mendalam. Kesenian ini juga memiliki keunikan di setiap pertunjukannya.

Berita Lainnya

Ngatiyana Wali Kota Cimahi Hadiri Malam Anugerah Kebudayaan Kota Cimahi 2025 Apresiasi Pelaku Seni dan Budaya

Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Ramai Menggema di Taman Gizi Oyehe Nabire

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang menjadikan wayang golek tetap relevan dan tidak terpengaruh arus modernisasi. Apa saja faktor yang dimaksud? Simak informasi lengkapnya lewat artikel berikut ini.

 

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Wayang golek merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang masih populer di Jawa Barat. Selain sebagai hiburan, kesenian ini juga kaya akan makna filosofis dan nilai-nilai moral. Itu mengapa, wayang golek tetap diminati oleh masyarakat Sunda hingga kini.

Lebih lanjut, berikut beberapa alasan masyarakat Sunda masih gemar menyaksikan pertunjukan wayang golek:

1. Sarat Makna dan Nilai-nilai Moral

Seperti yang telah disebutkan di atas, wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai filosofis dan moral yang tetap relevan hingga kini.

Mengutip artikel ilmiah berjudul Nilai-nilai Karakter dalam Pertunjukan Wayang Golek Purwa oleh Barnas Sabunga, dkk., kesenian ini menggambarkan kecintaan manusia terhadap Tuhan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan melalui berbagai kisah, seperti Mahabharata, Ramayana, atau Panji yang kaya akan ajaran moral.

Sebagai pengendali boneka wayang, dalang tak hanya dituntut mahir dalam menggerakkan wayang, tetapi juga harus menguasai cerita, filsafat, serta ajaran agama yang terkandung di dalamnya. Perannya lebih dari sekadar seniman, melainkan juga seorang budayawan, pendidik, kritikus, sekaligus juru bicara yang menyampaikan pesan moral kepada penonton.

Itu mengapa, penonton tak hanya menikmati pertunjukan wayang dari sisi hiburan visual dan musikal, tetapi juga karena adanya pelajaran hidup di dalam ceritanya.

2. Ceritanya Melambangkan Kehidupan Manusia

Alasan lain mengapa wayang golek tetap diminati adalah karena ceritanya mencerminkan kehidupan manusia. Nilai kehidupan yang disampaikan tidak hanya muncul di akhir cerita, tetapi juga sejak masa pra-pertunjukan.

Beberapa pesan kehidupan yang sering muncul dalam cerita wayang golek dan masih relevan hingga kini antara lain:

  • Pentingnya saling menghormati dan menghargai, khususnya bagi kelompok muda kepada orang yang lebih tua.
  • Pentingnya gotong-royong sebagai cerminan budaya dan karakter bangsa.
  • Pentingnya sikap pemaaf terhadap sesama, mengingat manusia tak luput dari kesalahan.
  • Pentingnya nilai perjuangan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

3. Pengakuan UNESCO

Pengakuan wayang golek sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2003 semakin menegaskan pentingnya kesenian ini bagi masyarakat Sunda.

Dikutip dari situs Universitas Padjadjaran, pengakuan tersebut menyadarkan masyarakat Sunda bahwa wayang golek bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga representasi budaya, politik, agama, dan kondisi sosial. Setiap lakon yang dibawakan mencerminkan situasi Indonesia dari masa ke masa.

Informasi penting disajikan secara kronologis

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian wayang golek, pengakuan UNESCO juga membuka wacana baru mengenai status dalang.

Jika sebelumnya dalang wayang golek dianggap kurang bergengsi dibandingkan dalang wayang kulit, kini mereka mendapatkan pengakuan yang setara. Sehingga, mereka memiliki peluang yang sama untuk memperjuangkan eksistensinya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

4. Peran Komunitas dan Pemerintah Setempat

Keberadaan komunitas pecinta wayang golek dan penggemar dalang tertentu turut menjadi faktor yang menjaga kesenian ini tetap hidup di tengah masyarakat Sunda.

Komunitas-komunitas ini berhasil merangkul generasi muda untuk mencintai wayang golek. Para anggotanya pun aktif menyaksikan pertunjukan di berbagai tempat, menjaga antusiasme, serta keberlanjutan tradisinya.

Selain itu, peran pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan wayang golek turut memperkuat eksistensinya. Pagelaran wayang golek rutin diadakan di berbagai acara, baik formal maupun informal, seperti upacara adat dan festival budaya.

Tak hanya mempertahankan keberadaannya, upaya ini juga bertujuan untuk mengenalkan seni tradisional wayang golek kepada generasi muda agar terus diwariskan dari waktu ke waktu.

 

Sejarah Wayang Golek

Mengutip skripsi berjudul Metode Dakwah Dalang Senda Riwanda Melalui Media Wayang Golek oleh Farin Ummah Nazifah (UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten), penyebaran wayang di Jawa Barat dimulai pada masa pemerintahan Raden Patah dari Kerajaan Demak.

Wayang kemudian diperkenalkan oleh Wali Songo, termasuk Sunan Gunung Jati pada tahun 1568. Saat itu, Sunan Gunung Jati masih menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Sunda.

Kelahiran wayang golek sendiri berasal dari gagasan Dalem Bupati Bandung (Karang Anyar). Ia menugaskan Ki Darman untuk menciptakan golek. Awalnya, wayang kayu ini masih berbentuk gepeng, mengikuti desain wayang kulit.

Seiring perkembangan zaman, bentuk golek semakin membulat. Pembuatan wayang golek pun berkembang pesat dan menyebar ke berbagai wilayah di Jawa Barat, seperti Garut, Ciamis, Ciparay, Bogor, Karawang, Indramayu, Cirebon, dan Majalaya.

Pada abad ke-20, bentuk wayang golek semakin sempurna hingga menyerupai wayang golek yang dikenal saat ini. Selain itu, kesenian yang dulunya hanya dapat dinikmati kalangan penguasa itu pun, pada akhirnya menjadi hiburan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. (sumber: Kumparan)

Jumlah Pengunjung: 34
Tags: KesenianWayangWayang golek
Admin Warta007

Admin Warta007

Next Post
Tukar Budaya Bersama Teman Tuli dan Komunitas Wisata Sejarah di Pontianak

Tukar Budaya Bersama Teman Tuli dan Komunitas Wisata Sejarah di Pontianak

Diskominfotik Bandung Barat Secepatnya Luncurkan Aplikasi Fast Respon Berbasis WhatsApp

Diskominfotik Bandung Barat Secepatnya Luncurkan Aplikasi Fast Respon Berbasis WhatsApp

Prabowo: Saya Akan Lawan Korupsi Sekeras-kerasnya, Tanpa Pandang Bulu

Prabowo: Saya Akan Lawan Korupsi Sekeras-kerasnya, Tanpa Pandang Bulu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

April 16, 2026
Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

April 15, 2026
KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

April 15, 2026

Search

No Result
View All Result

Recent News

Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

Geng Motor Diamankan Polres Cimahi , 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

April 16, 2026
Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

Kejati Jabar Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, di SMKN 1 Cimahi.

April 15, 2026
KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

KDM dan Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Pabrik Genteng Di Plered Dukung Program Gentengnisasi Dorong UMKM Lokal 

April 15, 2026
Warta Update

© 2026 WartaUpdate - Web Design By D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Seni & Budaya
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • TNI & Polri
  • Agama
  • Iklan
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Politik
  • Umum
  • Wisata Religi

© 2026 WartaUpdate - Web Design By D-IT Development.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?