• Latest
  • Trending
Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

February 24, 2025
Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

October 14, 2026
Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

October 14, 2026
KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

October 9, 2026
Dr.Fri Hartono Berikan Pelatihan Teknik Pemantapan Pembaruan KUHP dan KUHAP Kepada 300 Peserta Diklat

Dr.Fri Hartono Berikan Pelatihan Teknik Pemantapan Pembaruan KUHP dan KUHAP Kepada 300 Peserta Diklat

October 1, 2026
Kapolsek Kemayoran Menghadiri Doa dan Tahlil, Suasana Warga Penuh Khidmat

Kapolsek Kemayoran Menghadiri Doa dan Tahlil, Suasana Warga Penuh Khidmat

October 1, 2026
Warga : Para Balon Kades Yang Merasa Bermasalah Di Minta Untuk Mundur Dalam Pencalonan 

Warga : Para Balon Kades Yang Merasa Bermasalah Di Minta Untuk Mundur Dalam Pencalonan 

September 30, 2026
Kogartap II/Bandung Melaksanakan Ziarah Nasional Dalam Rangka Memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026

Kogartap II/Bandung Melaksanakan Ziarah Nasional Dalam Rangka Memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026

September 28, 2026
Kapolsek Kemayoran Bersama Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi di Pintu Kiri Gedung DPR/MPR RI

Kapolsek Kemayoran Bersama Personel Gabungan Siaga Amankan Aksi di Pintu Kiri Gedung DPR/MPR RI

September 26, 2026
KA STAF PRESIDEN RI JEND TNI P DUDUNG ABDURACHMAN SAAT TERIMA TIM MASDA JABAR

KA STAF PRESIDEN RI JEND TNI P DUDUNG ABDURACHMAN SAAT TERIMA TIM MASDA JABAR

September 25, 2026
Temu Sapa Wartawan, Kapolsek Kemayoran Ajak Wartawan Bersinergi

Temu Sapa Wartawan, Kapolsek Kemayoran Ajak Wartawan Bersinergi

September 23, 2026
Apel Jaga Warga Dalam Rangka Menjaga Kamtibmas, Polri Hadir Bersama Masyarakat Jaga Kemayoran

Apel Jaga Warga Dalam Rangka Menjaga Kamtibmas, Polri Hadir Bersama Masyarakat Jaga Kemayoran

September 21, 2026
Kiara Park Sunrise Kiaracondong Jadi Momen Favorit Pelari Pocari Sweat Run 2026

Kiara Park Sunrise Kiaracondong Jadi Momen Favorit Pelari Pocari Sweat Run 2026

September 20, 2026
Retail
Monday, October 19, 2026
  • Home
    • Home – Layout 1
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
    • Otomotif
    • Iklan
    • Kesehatan
  • Peristiwa
  • TNI & Polri
  • Agama
  • Internasional
  • Politik
  • Umum
  • Wisata Religi
  • Pemerintahan
No Result
View All Result
Warta Update
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Admin Warta007 by Admin Warta007
February 24, 2025
in Seni & Budaya
0
Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gempuran hiburan digital, kesenian wayang golek tetap bertahan dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sunda. Pertanyaannya, mengapa kesenian wayang golek masih diminati masyarakat Sunda hingga sekarang?

Jika ditelisik lebih lanjut, kesenian tradisional wayang golek memiliki daya tarik tersendiri, khususnya lewat penyampaian ceritanya yang mendalam. Kesenian ini juga memiliki keunikan di setiap pertunjukannya.

Berita Lainnya

KA STAF PRESIDEN RI JEND TNI P DUDUNG ABDURACHMAN SAAT TERIMA TIM MASDA JABAR

Komunitas Pencinta Alam Mengadakan Rapat Jalan Sehat Lintas Alam Lembang Tangkuban Perahu

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang menjadikan wayang golek tetap relevan dan tidak terpengaruh arus modernisasi. Apa saja faktor yang dimaksud? Simak informasi lengkapnya lewat artikel berikut ini.

 

Mengapa Kesenian Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat Sunda hingga Sekarang?

Wayang golek merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang masih populer di Jawa Barat. Selain sebagai hiburan, kesenian ini juga kaya akan makna filosofis dan nilai-nilai moral. Itu mengapa, wayang golek tetap diminati oleh masyarakat Sunda hingga kini.

Lebih lanjut, berikut beberapa alasan masyarakat Sunda masih gemar menyaksikan pertunjukan wayang golek:

1. Sarat Makna dan Nilai-nilai Moral

Seperti yang telah disebutkan di atas, wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai filosofis dan moral yang tetap relevan hingga kini.

Mengutip artikel ilmiah berjudul Nilai-nilai Karakter dalam Pertunjukan Wayang Golek Purwa oleh Barnas Sabunga, dkk., kesenian ini menggambarkan kecintaan manusia terhadap Tuhan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan melalui berbagai kisah, seperti Mahabharata, Ramayana, atau Panji yang kaya akan ajaran moral.

Sebagai pengendali boneka wayang, dalang tak hanya dituntut mahir dalam menggerakkan wayang, tetapi juga harus menguasai cerita, filsafat, serta ajaran agama yang terkandung di dalamnya. Perannya lebih dari sekadar seniman, melainkan juga seorang budayawan, pendidik, kritikus, sekaligus juru bicara yang menyampaikan pesan moral kepada penonton.

Itu mengapa, penonton tak hanya menikmati pertunjukan wayang dari sisi hiburan visual dan musikal, tetapi juga karena adanya pelajaran hidup di dalam ceritanya.

2. Ceritanya Melambangkan Kehidupan Manusia

Alasan lain mengapa wayang golek tetap diminati adalah karena ceritanya mencerminkan kehidupan manusia. Nilai kehidupan yang disampaikan tidak hanya muncul di akhir cerita, tetapi juga sejak masa pra-pertunjukan.

Beberapa pesan kehidupan yang sering muncul dalam cerita wayang golek dan masih relevan hingga kini antara lain:

  • Pentingnya saling menghormati dan menghargai, khususnya bagi kelompok muda kepada orang yang lebih tua.
  • Pentingnya gotong-royong sebagai cerminan budaya dan karakter bangsa.
  • Pentingnya sikap pemaaf terhadap sesama, mengingat manusia tak luput dari kesalahan.
  • Pentingnya nilai perjuangan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

3. Pengakuan UNESCO

Pengakuan wayang golek sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2003 semakin menegaskan pentingnya kesenian ini bagi masyarakat Sunda.

Dikutip dari situs Universitas Padjadjaran, pengakuan tersebut menyadarkan masyarakat Sunda bahwa wayang golek bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga representasi budaya, politik, agama, dan kondisi sosial. Setiap lakon yang dibawakan mencerminkan situasi Indonesia dari masa ke masa.

Informasi penting disajikan secara kronologis

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian wayang golek, pengakuan UNESCO juga membuka wacana baru mengenai status dalang.

Jika sebelumnya dalang wayang golek dianggap kurang bergengsi dibandingkan dalang wayang kulit, kini mereka mendapatkan pengakuan yang setara. Sehingga, mereka memiliki peluang yang sama untuk memperjuangkan eksistensinya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

4. Peran Komunitas dan Pemerintah Setempat

Keberadaan komunitas pecinta wayang golek dan penggemar dalang tertentu turut menjadi faktor yang menjaga kesenian ini tetap hidup di tengah masyarakat Sunda.

Komunitas-komunitas ini berhasil merangkul generasi muda untuk mencintai wayang golek. Para anggotanya pun aktif menyaksikan pertunjukan di berbagai tempat, menjaga antusiasme, serta keberlanjutan tradisinya.

Selain itu, peran pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan wayang golek turut memperkuat eksistensinya. Pagelaran wayang golek rutin diadakan di berbagai acara, baik formal maupun informal, seperti upacara adat dan festival budaya.

Tak hanya mempertahankan keberadaannya, upaya ini juga bertujuan untuk mengenalkan seni tradisional wayang golek kepada generasi muda agar terus diwariskan dari waktu ke waktu.

 

Sejarah Wayang Golek

Mengutip skripsi berjudul Metode Dakwah Dalang Senda Riwanda Melalui Media Wayang Golek oleh Farin Ummah Nazifah (UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten), penyebaran wayang di Jawa Barat dimulai pada masa pemerintahan Raden Patah dari Kerajaan Demak.

Wayang kemudian diperkenalkan oleh Wali Songo, termasuk Sunan Gunung Jati pada tahun 1568. Saat itu, Sunan Gunung Jati masih menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Sunda.

Kelahiran wayang golek sendiri berasal dari gagasan Dalem Bupati Bandung (Karang Anyar). Ia menugaskan Ki Darman untuk menciptakan golek. Awalnya, wayang kayu ini masih berbentuk gepeng, mengikuti desain wayang kulit.

Seiring perkembangan zaman, bentuk golek semakin membulat. Pembuatan wayang golek pun berkembang pesat dan menyebar ke berbagai wilayah di Jawa Barat, seperti Garut, Ciamis, Ciparay, Bogor, Karawang, Indramayu, Cirebon, dan Majalaya.

Pada abad ke-20, bentuk wayang golek semakin sempurna hingga menyerupai wayang golek yang dikenal saat ini. Selain itu, kesenian yang dulunya hanya dapat dinikmati kalangan penguasa itu pun, pada akhirnya menjadi hiburan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. (sumber: Kumparan)

Jumlah Pengunjung: 56
Tags: KesenianWayangWayang golek
Admin Warta007

Admin Warta007

Next Post
Tukar Budaya Bersama Teman Tuli dan Komunitas Wisata Sejarah di Pontianak

Tukar Budaya Bersama Teman Tuli dan Komunitas Wisata Sejarah di Pontianak

Diskominfotik Bandung Barat Secepatnya Luncurkan Aplikasi Fast Respon Berbasis WhatsApp

Diskominfotik Bandung Barat Secepatnya Luncurkan Aplikasi Fast Respon Berbasis WhatsApp

Prabowo: Saya Akan Lawan Korupsi Sekeras-kerasnya, Tanpa Pandang Bulu

Prabowo: Saya Akan Lawan Korupsi Sekeras-kerasnya, Tanpa Pandang Bulu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

No Result
View All Result

Recent News

Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

October 14, 2026
Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

October 14, 2026
KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

October 9, 2026

Search

No Result
View All Result

Recent News

Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

Polsek Kemayoran Tangkap Pelaku Peredaran Ganja, 43 Paket Barang Bukti Diamankan

October 14, 2026
Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

Pekerjaan Swakelola Di Duga Di Garap Pihak ke tiga,Dana Revitalisasi SD Negeri Paku haji 1 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Di Sorot

October 14, 2026
KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Nusron Menteri ATR/BPN Setelah Mangkir Dugaan Suap HGB

October 9, 2026
Warta Update

© 2026 WartaUpdate - Web Design By D-IT Development.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
    • Otomotif
    • Iklan
    • Kesehatan
  • Peristiwa
  • TNI & Polri
  • Agama
  • Internasional
  • Politik
  • Umum
  • Wisata Religi
  • Pemerintahan

© 2026 WartaUpdate - Web Design By D-IT Development.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?