Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rencanannya untuk memberantas berbagai bentuk premasnisme di Jawa Barat, melalui Gerakan Jabar Manunggal.
Saat ini kata Dedi Mulyadi aksi premanisme telah masuk ke berbagai lini, termasuk pada sektor investasi di Jawa Barat.
Tak hanya berpotensi mengganggu investasi, premanisme dari pandanan Dedi Mulyadi juga telah terjadi pada praktek percaloan tenaga kerja, hingga ormas yang rebutan pengelolaan limbah.
Untuk Itu, Dedi menegaskan akan memberantas segala bentuk premanisme di Jawa Barat dengan Gerakan Jabar Manunggal yang akan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk TNI dan Polri.
“Hari ini saya akan buat alokasi untuk yang namanya Gerakan Jabar Manunggal, yaitu membersihkan geng motor, premanisme, menurunkan angka kriminalitas,” tandas Dedi Mulyadi saat diwawancarai wartawan salah sau televisi nasional.
Lebih dari itu, demi menurunkan angka kriminalitas remaja dengan terlibat geng motor, mantan Bupati Purwakarta itu juga berencana menerapkan program wajib militer bagi remaja.
Program tersebut menurutnya akan dimasukan ke dalam kurikulum sekolah menengah atau setingkat SMA, dengan tujuan untuk membentuk dan memperkuat karater kebangsaan pada siswa.
“Supaya mereka mengerti sejarah, mengerti ekologi, mengerti bagaimana masa depan bangsa, disiplin juga, sehingga nanti Jawa Barat zero tawuran, zero obat-obat terlarang,” jelasnya.
Ketika penanya menyinggung adanya gerakan kepanduan Pramuka, Dedi menyebut saat ini pelatihnya sudah hampir tidak ada. Sehingga ia akan melibatkan personel TNI-Polri dalam program wajib militer yang dimaksudnya.
Ia pun menegaskan, seandainya TNI-Polri dan pemerintah provinsi kompak, maka aksi premanisme di Jawa Barat dipastian akan mudah dibersihkan. Indonesia menurutnya tidak boleh tertinggal dari Vietnam yang sudah bersih dari premanisme.



















