Garut, WartaUpdate.id – Berdasarkan informasi yang tersedia dari narasumber yang tidak mau disebutkan namanya , berikut adalah rangkaian kronologi kejadian perkelahian antara dua bandar obat terlarang (diduga narkotika seperti sabu-sabu) bernama Yuri (berdomisili di Kampung Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Garut) dan Agus (berdomisili di Kiarakohok, Kecamatan Cikelet, Garut). Kejadian ini melibatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka bacok pada kedua pelaku dan seorang saksi anak kecil bernama Dea. Saat ini, kedua pelaku masih buron.
kronolagi awal terjadi saat Yuri Mendatangi Rumah Agus , Yuri seorang bandar obat terlarang dari Kampung Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, mendatangi rumah Agus di Kiarakohok, Kecamatan Cikelet. Motif kunjungan ini diduga terkait persaingan atau konflik dalam jaringan peredaran obat terlarang, meskipun detail pastinya belum diketahui.
Saat berada di rumah Agus, terjadi pertengkaran yang memanas antara Yuri dan Agus. Perkelahian berkembang menjadi kekerasan fisik, di mana keduanya saling serang menggunakan senjata tajam (bacokan). Akibatnya, Yuri dan Agus mengalami luka bacok di berbagai bagian tubuh.
Selama perkelahian, Agus melihat Yuri mengalami pendarahan hebat dari luka bacoknya. Panik, Agus memilih melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut atau penangkapan.
Pada saat yang sama, seorang anak kecil bernama Dea (saksi yang kebetulan melewati TKP) menjadi korban tidak sengaja. Dea dibacok oleh Yuri di bagian leher belakang, menyebabkan luka serius yang mengancam keselamatan jiwa. Kejadian ini menambah tingkat keparahan kasus, karena melibatkan korban sipil yang tidak terkait.
Setelah insiden, baik Yuri maupun Agus melarikan diri dari TKP. Hingga saat ini (20 Oktober 2025), keduanya masih dalam pelarian dan belum tertangkap oleh aparat penegak hukum. Polisi setempat (kemungkinan Polres Garut) sedang melakukan pengejaran, dengan fokus pada jaringan peredaran obat terlarang di wilayah Cikelet dan Pameungpeuk.
Kejadian ini menyoroti bahaya persaingan antar-bandar narkoba di wilayah pedesaan Garut, Jawa Barat, yang sering kali berujung pada kekerasan.
Dea segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat atas luka lehernya.
Jika ada perkembangan terbaru, karena ini melibatkan dua kampung yang berbeda dan diantara kedua Bandar Narkoba ini di duga memiliki kelompok masing-masing diharapakan pihak terkait untuk segera ambil tindakan tegas untuk antisipasi potensi konflik sosial.
Narasumber ( Red )



















