Tasikmalaya ,WartaUpdate.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se Tasikmalaya ( BEMSETAS ) secara resmi mengeluarkan naskah kajian akademik serta rumusan tuntutan dan strategis guna mengawal amanat reformasi. Gerakan ini di bentuk untuk mengevaluasi berbagai persoalan kebijakan publik yang di nilai mendesak baik di tingkat nasional dan daerah.
Aksi kajian yang di usung oleh para mahasiswa ini mencangkup 13 isu krusial yang memerlukan pengawasan serta perbaikan berkelanjutan dari pemerintah. Berdasarkan naskah akademik yang disusun. BEMSETAS menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang kemudian di rangkum ke dalam lima kluster tuntutan utama.

5 kluster tuntutan utama BEM se Tasikmalaya
Evaluasi Program Pemerintah dan dasar
Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) dan Koperasi Desa Mahasiswa menuntut peningkatan standar santasi pangan perbaikan pelayanan kesehatan , tranparansi klaim BPJS ,hingga pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional ( DTSEN ) agar bantuan sosial tepat sasaran.
Reforma agraria & Keadilan Ekonomi
Menurut percepatan Reforma agraria penyelesaian konflik pertanahan serta pemberantasan mafia tanah ,selain itu aliansi juga mendesak transparansi realisasi penyerapan tenaga kerja serta perlindungan hak hak buruh
Lindungan hidup & Penanganan Bencana
Menyoroti pentingnya penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) , mitigasi bencana yang cepat dan tranparans di berbagai wilayah , serta pengendalian harga kebutuhan pokok dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) yang berkeadilan bagi masyarakat
Demokrasi Hukum & Hak Digital
Mendesak penghentian tindakan refresif serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dalam mengamankan aksi. Mahasiswa menolak militerisasi ruang sipil yang tidak sesuai hukum serta memperkuat perlindungan hak Digital dan kebebasan berekspresi
Tranparansi Anggaran & Agenda Reformasi
Menuntut keterbukaan informasi alokasi dan realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ). Penguatan pemberantasan korupsi serta percepatan agenda reformasi secara menyeluruh dan akuntabel.

Kritik tajam ” Trisula ” pemangku kebijakan Tasikmalaya
Dalam orasinya di tengah aksi , perwakilan Dema INU Salman Faisal dengan tegas menyampaikan kritik tajam terhadap lambannya respons birokrasi dan unsur pimpinan di daerah
Ia menggunakan perumpamaan keras dalam menyeruakan kondisi kepemimpinan lokal saat ini
“Ikan busuk di mulai dari kepalanya ” ujar Salman Faisal , menggambarkan bagaimana ” Trisula pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya yang terdiri dari DPRD Walikota – Polres di nilai sangat lamban serta abai terhadap berbagai kepentingan rakyat
Tanggapan Moral dan intelektual Mahasiswa
Melalui penyusunan naskah akademis dan aksi nyata ini, BEMSETAS bersama seluruh elemen yang tergabung menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan bukanlah sekedar penolakan tanpa dasar, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual Mahasiswa agar kebijakan publik senantiasa berpihak pada kesejahteraan rakyat
Mahasiswa Tasikmalaya menegaskan pemerintah tidak hanya memberikan jawaban Mereka menuntut dibukanya ruang dialog transparansi terhadap data , serta tindakan nyata untuk menindaklanjuti setiap persoalan secara konkret.
( Rita /Red )
















