SURABAYA, WartaUpdate.id – Melalui Satuan Kerja (Satker) Kecamatan Sawahan direalisasikan anggaran bersumber APBD Kota Surabaya Tahun 2025 atau disebut Dana Kelurahan (Dakel) Pembangunan Jalan Paving dan Saluran U-Ditch JL Simo Sidomulyo VIII RW 17 dengan nilai Rp. 297.730.640,00,-
Dari Pantauan Media diduga ada indikasi pelaksanaan menyimpang karena tidak tercantum kontrak kerja, nilai kontrak kerja, dan konsultan pengawas tertera dalam portal dan papan nama proyek nama sebagai yang diatur UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yaitu UU No.14 Tahun 2008.
Diketahui Fisik terlaksana di bulan November mulai baru dikerjakan penyedia jasa pada bulan November hingga akhir penyelesaian November 2025 kalau dilihat dari tayangan LPSE Surabaya 2025.
H Trisno salah satu warga setempat juga ikut mengawasi dan berkomentar “banyak ditemukan pemasangan U-Ditch diduga tidak sesuai spesifikasi, pemasangan U-Ditch tidak ditarik benang dan waterpass agar pemasangan rata dan presisi.
Selain itu, lanjutinya, bekas galian tidak dibuang diluar area secara keseluruhan, melainkan sebagian dibuat urug kembali ke sela-sela kanan kiri U-Ditch yang kosong.

“Sangat disayangkan pembangunan yang memakai dana dari pajak rakyat tidak semestinya para penyedia berlaku sesukanya guna maraup untung sebanyak banyaknya, diatas kewajaran yang berimbas dan dipastikan kwalitas dan kwantitas diragukan, dari tahun ketahun penyedia dikelurahan tetap itu-itu saja dengan nama pemilik perusahaan pemborong yang sama,” ujarnya
Upaya media untuk konfirmasi kepada pihak Kelurahan, dalam hal ini Lurah Petemon, Antono Legowo, S.T.P. (04/12/2025) melalui pesan singkat WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan tidak mendapat respon.
Harapan dari beberapa warga Jalan Simo Sidomulyo, seharusnya pihak Kelurahan Petemon turun kelapangan, jangan cuma memantau dari belakang meja saja.
“Untuk itu pihak terkait seperti APH (Aparat Penegak Hukum-red.) respon cepat melakukan sidak bila pengaduan masyarakat muncul hingga melewati PHO (Provisional Hands Over -red.) dan masa FHO (Final Hands Over-red.) agar menjadi efek jera para oknum pejabat,” harap warga.
( Red )



















