NTB, WartaUpdate.id – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh aparatur negara, mulai dari jajaran birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga jaksa. Dalam agenda peresmian lima bendungan secara serentak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), Prabowo mendesak seluruh elemen pemerintahan untuk melakukan introspeksi diri demi kepentingan rakyat.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa setiap atribut dan kedudukan yang dimiliki oleh aparat adalah amanah dari rakyat. Ia meminta agar para pejabat tidak melupakan akar keberpihakan mereka.
”Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu,” tegas Prabowo di hadapan para pejabat yang hadir.
Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada militer dan kepolisian, tetapi juga kepada instansi penegak hukum lainnya. “Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa, pakai bintang juga? Kau juga milik rakyat,” imbuhnya.
Presiden Prabowo menyoroti masih banyaknya rakyat yang hidup dalam kesusahan. Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak mungkin tercapai jika rakyatnya masih mengalami kelaparan.
Ia pun menepis pandangan segelintir elite yang mungkin meremehkan persoalan pangan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pokok rakyat adalah tolok ukur utama keberhasilan negara.
”Apapun pendapat segelintir elite di Jakarta yang menganggap perut lapar itu tidak penting, saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar, itu penting bagi saya. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri,” tegas Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meresmikan lima infrastruktur strategis, yakni Bendungan Meninting (NTB), Bendungan Keureuto (Aceh), Bendungan Rukoh (Aceh), Bendungan Jlantah (Jawa Tengah), dan Bendungan Sidan (Bali).
Meski bersyukur pemerintahannya mampu mencatat capaian signifikan dalam waktu singkat, Prabowo mengakui adanya tantangan besar dari pihak-pihak yang mencoba menghambat pembangunan, khususnya kelompok koruptor.
”Kita bersyukur atas prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu singkat, meskipun banyak perlawanan dari kelompok-kelompok tertentu, terutama para koruptor,” pungkasnya.
( Red )
















