JAKARTA, WartaUpdate.id – Ketua Umum Relawan Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, mengisyaratkan adanya perubahan besar dalam tubuh organisasi yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan adalah penggantian logo Projo, yang selama ini menampilkan wajah Jokowi.
Hal itu disampaikan Budi Arie usai membuka Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Ia menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari transformasi organisasi untuk menyesuaikan arah politik baru Projo, yang kini mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menanggapi pertanyaan soal logo baru yang tak lagi menampilkan wajah Jokowi, Budi Arie menjawab, “Iya, kemungkinan.”
Namun ia memastikan bahwa nama Projo tetap dipertahankan, sembari meluruskan bahwa kata Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi. “Projo berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi, artinya negeri atau rakyat. Jadi, Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” jelasnya.
Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan Projo, yang sejak awal dikenal sebagai garda pendukung Jokowi. Dalam kongres yang berlangsung pada 1–2 November 2025 tersebut, arah politik Projo tampak bergeser, dengan sinyal kuat bahwa Budi Arie dan jajaran Projo akan memperkuat barisan politik Prabowo-Gibran.
Dalam pidatonya, Budi Arie menegaskan komitmen untuk memperkuat seluruh agenda politik Presiden Prabowo. “Kami akan memperkokoh seluruh partai dan kekuatan politik yang mendukung Prabowo untuk membangun Indonesia ke depan,” tegasnya.
Saat ditanya soal kemungkinan Projo bergabung dengan Partai Gerindra, Budi Arie tidak menampik. “Nanti kita lihat perkembangan ke depan. Saya minta para kader tetap solid,” ujarnya.
Langkah strategis ini menandai transformasi ideologis dan politik Projo, dari relawan pendukung Jokowi menjadi kekuatan baru yang siap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran .
( Red )



















