BANDUNG, WartaUpdate.id – Ribuan pelari memadati sejumlah ruas jalan Kota Bandung dalam pelaksanaan hari kedua Pocari Sweat Run 2026, Minggu (20/9/2026).
Start kategori half marathon atau 21 kilometer dimulai sekitar pukul 04.00 WIB dan berlangsung lancar.
Selain tantangan menempuh jarak 21 kilometer, suasana pagi Kota Bandung menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika pelari melintasi Flyover Kiaracondong, bertepatan dengan munculnya matahari terbit.
Yongki, pelari asal Gunung Batu, Kota Bandung, mengaku puas karena berhasil menyelesaikan half marathon pertamanya di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, hari ini bisa finish dengan strong. Ini juga virgin 21K atau half marathon pertama saya di Bandung. Suasananya sangat meriah,” ujar Yongki kepada Humas Kota Bandung.
Menurutnya, penyelenggaraan lomba dari sisi teknis berjalan dengan baik. Ia juga mengaku hampir tidak menemukan antrean selama mengikuti perlombaan.
“Untuk overall sudah bagus. Memang cukup ketat, tapi menurut saya itu bagus,” katanya.
Hal senada disampaikan Tami, pelari asal Jakarta yang telah beberapa kali mengikuti Pocari Sweat Run. Menurutnya, waktu start yang dilakukan sejak pukul 04.00 WIB membuat kondisi lomba terasa lebih nyaman karena udara masih sejuk.
Enak jadinya adem, jadi start adem, finish-nya adem. Overall rapi, ujar Tami.
Namun, pengalaman yang paling berkesan bagi Tami justru terjadi saat melintasi Flyover Kiaracondong. Pemandangan matahari terbit dari atas flyover menjadi salah satu momen yang menarik perhatiannya.
“Yang di flyover, jalan di atas, terus di bawahnya ada tulisan Stasiun Kiaracondong. Saya suka sih, kayak vibes-nya seru,” katanya.
Pengaturan Lalu Lintas Dinilai Lebih Baik
Tami juga menilai pengaturan lalu lintas pada Pocari Sweat Run 2026 lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, interaksi antara kendaraan dan pelari di sejumlah ruas jalan semakin minim.
“Sebenarnya kalau yang dua tahun lalu, yang kerasa banget kendaraan sama kitanya berebutan. Tahun lalu sudah mendingan. Nah, tapi yang kali ini menurut aku paling minim,” ujarnya.
Ia berharap waktu start lebih awal dapat dipertahankan pada pelaksanaan berikutnya.
“Start-nya enggak apa-apa deh jam segini walaupun awalnya kaget, ternyata enak. Jadi kayak keep it aja, keep it that way,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung terus memantau kelancaran kegiatan, termasuk dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Farhan menyebut penahanan arus lalu lintas di sejumlah titik pada hari pertama tidak berlangsung lama. Berdasarkan pantauannya, pengguna jalan hanya sempat tertahan sekitar tiga menit di beberapa lokasi.
“Walaupun sempat tertahan itu di beberapa titik tidak sampai lebih dari tiga menit, saya hitung,” ujar Farhan.
Menurutnya, kondisi lalu lintas secara umum telah kembali normal sekitar pukul 06.30 WIB. Kepadatan hanya masih terjadi di sekitar area finis yang dipusatkan di Balai Kota Bandung.
“Begitu masuk pukul 06.30 sudah enggak ada apa-apa. Sudah lancar semuanya. Tinggal di titik menjelang finish saja, ya wajar karena pusat acaranya di sini, di Balai Kota,” katanya.
Dipantau dari Bandung Command Center
Pemkot Bandung juga melakukan pemantauan melalui berbagai fasilitas, salah satunya Bandung Command Center.
Farhan tampak memonitor kondisi sejumlah ruas jalan melalui CCTV Bandung Command Center. Setelah memantau kamera pengawas, ia kemudian meninjau langsung sejumlah titik yang menjadi bagian dari rute Pocari Sweat Run 2026. Pengamanan dan pelayanan masyarakat juga didukung layanan Bandung Siaga 112 yang disiagakan selama kegiatan berlangsung.
Hingga pelaksanaan hari kedua, tidak ditemukan kejadian yang tidak diharapkan dalam gelaran Pocari Sweat Run 2026.
Sampah Plastik Dipilah dan Didaur Ulang
Selain kelancaran lalu lintas dan kenyamanan peserta, aspek kebersihan juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2026.
Pihak penyelenggara memastikan sampah plastik yang dihasilkan selama kegiatan ditangani untuk kemudian dipilah dan didaur ulang.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan seluruh sampah plastik yang dihasilkan dalam kegiatan menjadi tanggung jawab pihak Pocari Sweat.
“Yang pasti semua sampah plastik di-handle oleh Pocari Sweat. Jadi nanti sampahnya semua dipilah, habis itu juga di-recycle. Jadi enggak ada sampah yang kebuang ke TPA,” ujar Puspita.
Dengan pengaturan lalu lintas, pemantauan keamanan, pengelolaan sampah, serta dukungan masyarakat dan pemerintah, pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 di Kota Bandung berlangsung dengan lancar. Bagi para pelari, suasana pagi Bandung hingga panorama matahari terbit dari Flyover Kiaracondong menjadi bagian dari pengalaman yang membuat gelaran lari tersebut semakin berkesan.
( Red )
















