Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyampaikan pesan yang ditujukan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat.
Melalui sebuah video di media sosial, Dedi Mulyadi justru mengajak para ASN untuk bekerja dengan tidak banyak mengeluh atas tugas dan pekerjaannya.
Dedi Mulyadi justru mengajak ASN di lingkungan Pemdaprov Jabar untuk lebih banyak mensyukuri atas berbagai fasilitas yang didapatkan, termasuk gaji yang menurutnya stabil tanpa ancaman HK.
“Kita ini jadi ASN harus bersyukur banget. Kenapa? karena ASN itu produktif tidak produktif bekerja, gajinya sama,” kata Dedi Mulyadi.
Gubernur juga mengaku prihatin masih dengan besaran gaji yang sama diterima oleh setiap ASN yang malas maupun yang rajin bekerja.
Ia juga membeberkan gaji yang diterima ASN cukup besar, dalam satu tahun saja bisa menerima 14 kali gaji, termasuk dengan tunjangan kinerja yang nilainya sangat tinggi.
“ASN itu gak kerja pun gajinya bisa 13 kali, bahkan 14 kali dengan istilah-istilah yang lain, tunjangan kinerjanya sangat luar biasa tinggi menurut saya,” ujarnya.
Jam kerja ASN yang cenderung tidak berubah setiap harinya, kata Dedi, lebih ringan dibanding dengan karyawan pabrik yang harus bekerja dengan sistem shift.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengajak ASN untuk membayangkan betapa beratnya pekerjaan karyawan pabrik yang harus bekerja mulai tengah malam atau subuh, namun tak ada keluhan padahal juga dituntut kewajiban melaksanakan pekerjaan rumah tangga.
“Dan mereka bekerja mengejar target produksi,jika tidak tercapai kadang dimarahin atau bahkan dipecat. ASN itu tidak ada PHK, kecuali diberhentikan dengan alasan tertentu,” tambahnya.
Jika menyaksikan fenomena saat ini, lanjutnya, banyak pabrik yang gulung tikar dan tutup akibat permasalahan banjirnya produk impor, sehingga karyawan dihadapkan pada situasi buruk.
Politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan, latar belakang pendidikan ASN yang rata-rata di atas Sarjana, bahkan bergelar professor seharusnya merasa malu jika masih mengeluh dan minim produktivitas.
Sedangkan karyawan di pabrik dengan pendidikan paling tinggi rata-rata setingkat SMA, jauh lebih produktif dalam bekerja. Sehingga, beruntung bagi seseorang yang bisa menjadi ASN.
“Maka jangan teralau banyak mengeluh, ngomong sana sini, apalagi ASN berkomentar di medsos (media sosial) tentang sesuatu yang semestinya dijalani. Karena ASN itu terikat sumpah jabatan akan bekerja dengan baik, siap ditempatkan di manapun,” tandasnya.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemdaprov Jabar untuk memperlihatkan dedikasi dan loyalitas dalam pengabdiannya demi memajukan bangsa.
“Karena bangsa ini harus mengalami kemajuan. Jawa Barat harus menjadi provinsi yang produktif, visioner, dan istimewa. Dan itu diperlukan ASN yang bermutu,” pungkasnya.



















