Jakarta, WartaUpadate.id – Pendemo tak bisa disalahkan dan ditindak represif karena menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, aparat menabrak Affan hingga meninggal juga harus dikasihani.Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta semua pihak untuk jernih melihat peristiwa demonstrasi berujung ricuh dan menyebabkan satu pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia bernama Affan Kurniawan.
Menurut dia, pendemo yang marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak represif karena mereka menyampaikan aspirasi.
“Sabar dan jernih dalam melihat peristiwa. Mereka yang demo dan marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak secara represif karena mereka menyampaikan aspirasi dalam penegakan keadilan,” kata Mahfud , Jumat (29/8).
Di sisi lain, Mahfud menilai peronel aparat barakuda yang menabrak Affan hingga meninggal juga harus dikasihani.Personel aparat berbarakuda di lapangan yang kemudian menabrak pendemo juga harus dikasihani. Mereka itu mungkin panik karena terjepit. Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, pihak harus disalahkan atas kejadian ini yaitu pejabat-pejabat yang korupsi. Mahfud menyebut mereka sebagai biang utama atas demonstrasi yang berujung kericuhan ini.
“Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics. Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya,” tutur dia.
Tujuh Brimob Diperiksa Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyampaikan, ada sebanyak tujuh anggota Polri yang berada di dalam mobil rantisBrimob lindas ojol hingga tewas saat demonstrasi DPR RI.Jadi saat ini perlu saya sampaikan kembali, pelaku sudah diamankan. Pelaku tujuh orang sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Mabes dan Brimob Polri,” tutur Karim di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap tujuh anggota tersebut dilakukan di Markas Brimob Polda Metro Jaya kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.
“Jadi sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Kendaraan sudah diamankan, sudah ada di Kwitang. Jadi kendaraan dan pelaku tujuh orang dalam pemeriksaan,” jelas dia .
Gerbang Polsek Jatinegara hangus dilalap si jago merah buntut bentrokan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 29 Agustus 2025, malam.
Adapun api berasal dari sepeda motor yang dibakar. Saat itu, massa coba menyerang Markas Polsek Jatinegara, tapi gagal karena diadang. Lebih lanjut dia mengatakan, api telah padam. Situasi disebut sudah kondusif.
“Yang dibakar cuman sepeda motor dua unit. Mereka yang menyerang Polsek kita halau dan anggota akhirnya melakukan upaya untuk tidak dilakukan pembakaran. Situasi kondusif. Otista masih, habis ini kita sisir,” katanya.
Untuk diketahui, demo ini dilakukan buntut pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan, tewas ditabrak lalu dilindas mobil rantis Brimob. Kejadiannya saat demo di DPR pada Kamis, 28 Agustus 2025, yang berujung ricuh.
Sejauh ini total ada tujuh anggota Brimob diamankan. Mereka masih diperiksa intensif karena berada dalam rantis maut tersebut. Adapun identitas ketujuhnya yakni Kompol Cosmas Kaju Gae, Aipda M. Rohyani, Bripka Rohmat, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, dan Baraka Yohanes David.
( Melik/Ir. hariyanti Aritonang )



















