Wartaupdate | Sulut — Sulawesi Utara memang selalu punya cerita menarik untuk dijelajahi, salah satunya adalah Minahasa. Kota ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga dikenal luas sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi beragama yang tinggi di Indonesia.
Di Minahasa, suasana keberagaman begitu terasa. Suara azan dari masjid, lantunan doa di gereja, hingga aktivitas keagamaan lainnya bisa berjalan beriringan tanpa menimbulkan gesekan.

Dalam hal ini Ki Braja Bada Tubi yang juga berkesempatan mengunjungi Minahasa mengatakan, Masyarakat setempat sudah terbiasa hidup berdampingan dengan penuh rasa hormat, sehingga perbedaan justru menjadi kekuatan yang menyatukan.
“Toleransi ini tidak lahir begitu saja, melainkan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya gotong royong, saling menghargai, serta sikap terbuka membuat masyarakat Minahasa menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa dikelola dengan indah,” ujarnya.

Bagi wisatawan, Minahasa bukan hanya soal pesona alam seperti Danau Tondano yang menyejukkan, Gunung Lokon yang megah, atau ragam kuliner khas yang menggugah selera. Lebih dari itu, keramahan warganya yang penuh persaudaraan membuat pengalaman berkunjung semakin berkesan.
“Minahasa mengajarkan kita bahwa hidup rukun dalam perbedaan adalah sebuah kekayaan. Sebuah pelajaran berharga, bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan sikap hidup yang dijalani setiap hari,” pungkas Ki Braja.



















