JAKARTA ,WartaUpdate.id – lagi dan lagi ulah oknum RT melakukan Pungli kepada PKL, kini terjadi dilingkungan Sunter jaya, Pulo Harapan, Jakarta utara.
Kerap sebelumnya sudah dihimbau oleh warga yang dapat dikatakan orang yang dituakan di lingkungan agar tidak melakukan pungutan untuk kepentingan pribadi, akan tetapi fakta dilapangan berulah lagi sampai saat ini. ( 03/10/2025 )
Didapat keterangan dari beberapa orang warga berinisial J, E dan I menjelaskan ” iya memang benar adanya pungutan yang dilakukan oleh Pengurus RT kepada PKL warung makan Pecel ayam, saat itu warga berinisial J, I dan S membeli makan ke pedagang pecel ayam sambil menunggu menanyakan kepada si pedagang, “maaf pak, dagang disini dikenakan iuran berapa dan siapa yang mengambil iurannya ya ? si pedagang menjawab, saya bayar iuran kepada pengurus RT sebesar 500rb/bulan dan diambil langsung oleh Pak RT nya”, singkat tanya jawabnya” ujarnya saat dimintai keterangan oleh wartawan wartaupdate.id
Pada saat itu diadakan pertemuan antara pengurus RT dengan warga pada hari minggu tanggal 21 September 2025 malam pukul 20.00 Wib, saat itu kegiatan yang diagendakan adalah kelanjutan pembentukan pengurus arisan warga. Dikarenakan tidak sesuai kuota keanggotaan arisan, maka diantara warga memanfaatkan waktu untuk mempertanyakan kepada pengurus RT tentang adanya pungutan kepada PKL, yang mana mengundang banyak pertanyaan warga, mengapa uang kontribusi lingkungan yang diambil Oknum Ketua RT sebesar 500.000,- hanya masuk ke kas RT sebesar Rp. 50.000,- ( Lima Puluh Ribu Rupiah ) dan sisanya kemana ? Hal inilah yang memicu bagi warga, apakah ada unsur kepentingan pribadi dan kekuasaan.
Dengar kejadian tersebut, salah satu warga memastikan dengan pertanyaan, “maaf Pak RT apa benar bapak menarik iuaran pedagang tersebut sebesar 500.000,-/bulan ? Jawab RT “nggak” lontar warga melanjutkan “maaf Pak RT saya bersama warga menanyakan langsung kepada pedagang pada saat saya membeli makan pecel lele, pedagang mengatakan bahwa iuran yang ambil Pak RT langsung” sontak warga, RT merespon ” oh iya, saya ditelpon sama pedagang malam hari sekitar pukul 9 malam untuk ambil uang iuran bulanan, jadi saya ambil dan besoknya saya setor ke bendahara sebesar 50.000 karena situasi sudah malam bendaharakan perempuan dan juga sudah tidur jadi saya inisiatif untuk mengambil dan menyerahkannya besok pagi” ucap RT.
Mendengar tanggapan pengurus RT seperti itu, diantara warga ada yang menunjukkan ekspresi kecewa atas kelakuan maupun tindakan yang dilakukan seorang ketua RT yang seharusnya dilakukan oleh bendahara bersama sekretaris.
Salah satu warga sempat sontak kaget, “kok bisa ya”. Warga berinisial D menanyakan kembali ” maaf pak RT sejak kapan ya dilakukan pungutan itu ? “, jawab RT ” ga tau” lanjut pertanyaan warga berinisial D, maaf setahu saya pedagang pecel lele itu sudah 1 tahun lebih, dan dijelaskan oleh warga yang pada saat itu mempertanyakan langsung kepada pedagang bahwa tiap bulan Pak RT mengambil uang iuran tersebut, kok kenapa pak RT menjawab tidak tahu ya, ada apa nih !!! Sontak warga berinisial D. RT menjelaskan ini sudah dibahas sama bang I dan dianggap sudah clear, kenapa harus dibahas lagi. Jawabnya, lanjut warga mengklem “maaf pak RT tadi dijelaskan juga oleh I bahwa adanya kesepakatan secara lisan dan tulisan yang mana Pak RT tidak akan mengulanginya kembali, akan tetapi kenapa sampai saat ini melakukan kembali ?!!! Tanya warga kepada Pak RT, “jadi sebenarnya sudah dibahas oleh I dan Ormas bahwa uang retribusi yang saya ambil itu dibagi kepada FKDM sekian, Ormas sekian, kas RT 50.000 dan sisanya 100.000,- untuk saya, karena saya yang memperjuangkan lapak tersebut dari awal sampai saat ini.
Mendengar jawaban RT yang sudah menyalahi aturan KDRT warga sangat kecewa, kenapa kejadian tersebut masih dilakukan dan berulang kali sampai saat ini.
Sempat terjadi perdebatan sengit antara Pak RT dengan Warga dan bahkan warga mengancam akan melaporkannya kepada pimpinan diatasnya yaitu Pak RW dan Pak Lurah, sempat juga Pak RT menjawab dengan marahnya ” silahkan lapor, saya tidak takut, rumah saya disini silahkan” ucapnya kepada warga.
Mempersingkat waktu karena sudah larut malam, warga dengan rasa kecawa berharap adanya petugas pemerintah yang ditunjuk untuk menyelesaikan permasalahan ini yang dapat mencemarkan nama baik lingkungan yang bebas dari pungli dan lainnya.
Saat ini team media wartaupdate.id terus menyelusuri tentang dugaan pungli lainnya yang dilakukan oleh oknum RT di wilayah sunter jaya, jakarta utara.
( Anjar )



















