Cianjur, WartaUpdate.id – Bupati dan Wakil Bupati Cianjur sedang menghadapi tuntutan mundur dari masyarakat karena menghapus tunjangan insentif guru ngaji dan imam masjid. Masyarakat merasa kecewa karena janji kampanye mereka tidak ditepati.
Guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren di Cianjur merasa tidak adil karena tunjangan mereka dihapus, padahal mereka sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda .
Di sisi lain, ada contoh baik dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang memberikan tunjangan kepada 1.225 guru ngaji di Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Video viral terkait dugaan pemangkasan drastis, Insentif Guru Ngaji dalam rencangan RAPBD Cianjur 2026, memicu reaksi keras dari GP Ansor dan Banser.
Organisasi kepemudaan Nahdatul ulama Kabupaten Cianjur menyatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati telah ingkar terhadap janji kampanye yang sebelumnya mereka sampaikan kepada masyarakat pada Pilkada 2024 lalu.
Kasat Korca Banser, Kabupaten Cianjur, Haji Enjang Durrohman menegaskan bahwa pemangkasan Insentif Guru Ngaji bukan hanya soal teknis anggaran, tetapi menyangkut kontrak sosial antara pemimpin dan rakyat.
Menurut Enjang, program Insentif Guru Ngaji adalah bagian dari perencanaan pembangunan yang seharusnya memberikan konsribusi terhadap index pembangunan manusia. Namun, program itu justru tak di realisasikan, tegasnya .
Kekecewaan GP Ansor dan Banser mencapai puncaknya dengan keluarnya seruan keras. Cabut mandat rakyat dan turunkan Bupati sekarang juga.
“KAMI SEGENAP RAKYAT CIANjUR MENYERUKAN CABUT MANDAT RAKYAT “, dan turunkan Bupati Cianjur sekarang juga dan turunkan wakil bupati Cianjur sekarang juga !!
Enjang menjelaskan bahwa dalam politik elektoral, masyarakat memberikan amanah kepada calon pemimpin berdasarkan program kerja yang mereka tawarkan. Jika program itu dinegoisasikan setelah berkuasa, maka kepala daerah telah mengingkari kontrak sosial. Artinya mereka telah menyalahi mandat rakyat, katanya.
Beredar di medsos pamplet terkait Seruan Aksi Damai yang akan digelar pada 21 November 2025, oleh lembaga Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Cianjur.
( Red )



















